Tragedi Pagi Hari

Jadi hari ini setelah semalam pulang malam banget lembur di kantor
gue bangun pagi dengan niat mulia (bukan, bukan mulia yang di senayan) merayakan hari libur nasional ini
Bukan, bukan dengan upacara
Tapi dengan berolahragaretak basket

Basket itu salah satu olahraga kesukaan gue, selain dari latihan mengangkat tangan dan memasukkan makanan ke mulut, yang hasilnya bisa terlihat jelas sekali di bisep gue yang kekar ini

Dan terjadi lagi…
Kisah lama yang terulang kembali…

Oke, tes suara selesai, ternyata suara gue masih mirip seperti alm. Chrisye, serak-serak basah
bedanya suara dia enak didengar dan suara gue cukup untuk membangunkan tetangga dan mengira ada kucing kejepit
itulah kenapa akhirnya gue memutuskan menjadi penyanyi profesional di kamar mandi

Balik lagi ke ceritanya, jadi tadi lagi sparring dengan tim lain
Kita main three on three
Lawan shoot bolanya…
Tidak masuk…
Bola memantul liar… seliar kuda liar yang berlari di alam liar…

Dan gue, dengan semangat tinggi setinggi impian meraih cita cita, melompat…melompat lebih tinggi

Kita berlari dan teruskan bernyanyi
Kita berjalan berpelukan mentari
Bila kuterjatuh nanti
Kau siap mengangkat aku lebih tinggi

*uhuk, maaf jiwa seni dalam diri gue tak tertahankan

iya, jadi gue melompat, melompat untuk me-rebound bola itu.
Waktu terasa lambat sekali, selambat gerakan super slow mo 960 fps yang mampu mengubah 0,2 detik gerakan jadi terlihat 6 detik.

Rencananya gue pengen nge-dunk bola itu, tapi mengingat kalo sampe gue bisa nge-dunk nanti mereka kaget (termasuk gue) dan sepertinya mustahil dilakukan jadi gue ga nge-dunk.

Kemudian…

Gravitasi bertindak…

Gue dibawa ke bawah oleh gravitasi…

Dan…

*krak

Suara otak gue retak…

Dalam sekejap, suara nyanyian bidadari yang tadinya bergumam di langit, cahaya menyilaukan langit surga, lagu-lagu orkestra, semuanya hilang

Ya… gue keseleo…

Dan di saat itulah gue berpikir…

Lebih baik sakit hati daripada keseleo…

Plus mungkin ini saatnya gue menurunkan berat badan

Karena kalau berat badannya lebih enteng, saat keseleo mungkin bisa lebih enteng juga cideranya

Di saat itu pula terngiang-ngiang satu bait lagu di benak gue

Dengar laraku
Suara hati memanggil namamu
Karena separuh aku
.
.
.
.
.
Lemak

Sekian dan terimagaji plus THR

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *