Three Amazing Days with Samsung Galaxy S9 and S9+ (Part 1)

Pernahkah kamu merasa bosan…jenuh… bosan… penat… bosan… suntuk… bosan… yah… well, itulah yang gue alami selama beberapa hari ini di kantor… rasanya… ya gitu deh 😀 .

Mengerjakan pekerjaan yang sama tiap hari , bangun pagi kuterus mandi tidak lupa menggosok gigi, habis mandi kutolong ibu membersihkan tempat tidurku… lah. jadi nyanyi… yah intinya gitu deh lagi bosan … sampai suatu ketika… negara api menyerang… eh…

*uhuk* oke oke , serius…

===========================================================================

*tung* bunyi whatsapp berdenting di siang hari saat sedang ngantuk-ngantuknya di kantor.

“Duh, siapa lagi nih?” ku bertanya dalam hati sambil melihat sekilas pesan whatsapp yang masuk di ponselku ini.

“Mas, ikut ke Lombok yuk”

Hah? modus penipuan apalagi ini pikirku , modus mama minta pulsa udah , modus papa minta pulsa udah, modus menang hadiah undian udah juga, sekarang ada modus penipuan dengan iming-iming pergi ke Lombok gitu?

“Hah? Ada acara apa, Mas?” reflek ku menjawab begitu. Sambil masih bertanya-tanya mau ditipu apa nih.

“Samsung S9 workshop, mas”

Err… wait… what? Samsung S9 workshop ? Gue lagi mimpi ya ? Berhubung saat itu lagi jam makan siang dan lagi ngantuk juga (gue lagi males makan siang jadinya tidur tiduran aja di meja) jadi gue… kembali tidur 😀

Jadi setelah sekitar 30 menit tidur siang yang (kaga) berkualitas itu , gue kembali melihat ponsel gue dan ternyata pesan whatsapp yang tadi masih ada, pertanda gue kaga mimpi 😀

Hmm, oke… what the heck did I do ? I mean… why did they invite me? Who told them to ? What made them want to invite me ? What shoud I do ?At that moment , lots of questions came across my mind, and the only thing i can type is just. “Oke, mas”. Hahaha, kaga berkelas amat yak balesannya 😀

Dan seketika itu juga, gue minta cuti 😀 dan untungnya dikabulkan, sodara sodara. Ya iyalah, gue udah kaga cuti dua taon , mana cuti gue 8 hari ilang gitu aja (sisa cuti 3 taon lalu) , mending kalo bisa diuangin , kaga bisa diuangin juga, ya mending gue abisin cuti gue daripada angus, ye gak ? Pejuang kantoran,  mana suaranyaaaaaa. Hahahaha.

Oke, singkat kata, gue disuruh dateng jam 5:30 pagi buat persiapan keberangkatannya (padahal pesawatnya jam 8 pagi) but mengingat ini bakalan jadi pengalaman pertama gue diundang ke acara ini jadi yasudahlah , kita turuti saja aturan mainnya.

 

Day 1

Samsung Media Workshop Lombok

Di hari pertama ini gue dan temen” seperjalanan lainnya pada ngumpul di Bandara Soekarno Hatta buat flight jam 8 dan gue (untungnya ga telat) sampe di bandara sekitar jam 5 an buat ketemu pihak penyelenggara dan ketemu temen” lain yang sudah ada di sana (kebanyakan belom kenal sih tepatnya) , pun begitu ada beberapa juga yang sudah dikenal seperti fenny dari gadgetempire, reza dari project review, dimas dari teknovue , yoga dari dailysocial, dan om darto dari jangantulalit.

 

Dimas yang paling epic sih , jam 5:30 disuruh kumpul , jam 5:30 baru bangun terus siap”, hahahahaha 😀

 

Pas mau masuk ke pesawat juga ada ada aja kejadiannya.

Kita , satu kelompok, ada sekitar 30 orang-an (termasuk panitianya), kaga ada satupun yang denger pengumuman boarding … yekali budek bareng-bareng … :))) ahahhaha, padahal kita udah ngedumel “kok sampe sekarang belom dipanggil-panggil boarding juga yah? “  sampe akhirnya negara api menyerang  ada petugasnya yang nyamperin kita dan ditanya “mas, penerbangan ke lombok ya? udah boarding tuh”. Seketika kita semua memasang tampang terkejut yang menyiratkan “eh? loe denger ga pengumumannya?”

Akhirnya dengan terburu-buru kita boarding juga ke pesawatnya *sambil dipelototin sama penumpang yang lain hahahaha.

Di perjalanan menuju Lombok pun gue masih berpikir “wow.. okay… so this is it.. I’m not dreaming afer all”. Kita pergi dengan menggunakan pesawat batik air, tanpa delay, dan dapat makanan pula di pesawat *terharu. Bisa nonton pula di pesawatnya , gue saat itu nonton apa yah, lupa , sempet nonton Mr Pride and Mrs. Prejudice , tapi karena ga ada subtitle nya jadi ga dilanjutin, terus ganti nonton film lain cuman lupa apaan. Buat kalian yang mau naik batik air dan mau nonton , hendaknya nyiapin headset sendiri ya karena Batik Air ga menyediakan headset untuk kalian.

Kita tiba di Lombok kira” pukul 11 siang dan di situ ternyata ada yang mengenali Fenny dan Reza, terus diajak poto bareng deh, cie, serasa artis 😀

Samsung Galaxy S9 Media Workshop

Yang ngajakin Reza poto ya pastinya cowo lah yah, lol 😀

samsung media workshop

Sesampainya di sana pun masih aja ada kejadian kejadian. Gue sama fenny karena pengen foto foto plus ngambil konten kita memisahkan diri sebentar dari rombongan , eh gataunya pas balik ke tempat ngumpul tadi rombongannya dah kaga ada , hahahahaa, kita ditinggal dong , serasa jadi anak ilang :)) *kok jadi kaya anak darmawisata yak . Ah sudahlah , yang penting ketemu rombongan kaga ditinggal.

Hari pertama kita ke Aura hotel yang berjarak sekitar 1 jam perjalanan dari bandara. Di sana kita langsung disambut oleh pemandangan yang indah (dan sinyal yang tidak ada sama sekali) ahahahaha, sepertinya memang tempat ini disengaja biar ga ada sinyal deh jadi bisa menikmati keindahan alam dibandingkan sibuk bermain hape. Meskipun ada wi-fi juga tapi ya begitulah, koneksi wi-fi nya ndut-ndutan juga.

samsung media workshop

Sesampainya di sana kita langsung disajikan hidangan makan siang dan tentu saja ga lupa mengabadikan momen-momen dengan ber-selfie ria. Yeah, of course,  I mean, it’s not an everyday occasion anyway, you got to immortalized the moments, right? hahaha.samsung media workshop

Sesi pertama dimulai oleh Mr David Soong , nah di sesi pertama yang dibuka oleh MC Tyra Banks,,, eh Tyra Lundy maksudnya, Mr David Soong selaku pendiri Axioo dan Sweet Escape memberikan beberapa tips menggunakan Samsung Galaxy S9 dan S9+ untuk menciptakan momen yang epic.

samsung media workshop

 Lebih tepatnya lagi, menciptakan momen yang epic dengan menggunakan fitur video Super Slow-Mo dari Samsung S9 dan S9+.

Dalam kesempatan ini Mr David juga bercerita tentang gimana dulu susahnya membuat video Slow-Mo menggunakan DSLR, mesti pake kamera yang canggih-canggih dan buat renderingnya juga mesti pake komputer yang powerful, tapi sekarang di S9 dan S9+ hal itu bisa dilakukan dengan sangat mudah .

David bertutur ada tiga hal yang perlu diperhatikan saat mengambil momen epic.

  1. Pilih momen yang akan direkam

Objek yang bergerak cepat ketika direkam dengan Super Slow-Mo mampu menciptakan momen yang epic. Tidak usah terlalu bingung memilih momennya, bisa dari hal hal sederhana semisal berlari di tepi pantai, menginjak air, tetesan air hujan, hingga kibasan rambut.

  1. Perhatikan kondisi pencahayaan

Kondisi pencahayaan yang baik mutlak diperlukan untuk pengambilan video Super Slow-Mo , David bertutur sinar matahari adalah sumber cahaya yang paling baik karena memiliki frekuensi yang sempurna. Sedangkan kalau sumber cahaya buatan berasal dari lampu mungkin saja akan ada flickering di video.

  1. Pasangkan musik yang sesuai

Memasangkan musik yang sesuai dengan momen yang ada bisa menambah dramatis video yang dihasilkan sehingga menjadi lebih menarik.

Sesudah David memberikan contoh bagaimana cara menggunakan dan mengira-ngira timing yang tepat untuk mengambil epic moment  itu seperti apa, giliran kita yang mencobanya, hohoh, seru kan, jadi gak cuman teori tapi juga praktek langsung !

Untuk sesi pertama ini kita mencoba mengambil video dari sang koki yang memasak omelette. Dan mungkin seperti yang sudah kalian duga, percobaan pertama ini hasilnya sama kaya omelettenya… berantakan.. hahaha.

Di sesi kali ini kita berusaha mengambil momen saat sang koki memecahkan telur dan menuangkan isi telurnya ke atas panci. Gak cuman itu, sudut pengambilan gambar juga harus diperhatikan untuk menghasilkan video yang bagus. Sayangnya pada percobaan pertama ini , semua hasil video yang saya rekam gagal semua. Hahaha. Dan di sesi kali ini ada model dadakan, Fenny ikutan juggling buat direkam. Hahaha.

Setelah sesi pertama , Mr David pun melihat hasilnya (kaga, omelettenya kaga dimakan kok) dan seperti yang bisa diduga, hampir kaga ada satupun video yang mendapatkan momen yang layak, huehehehe.

Acara kemudian dilanjutkan ke sesi kedua. Di sesi ini kita diarahkan untuk mengambil momen dari anak-anak yang bermain di kolam renang. Momen paling epicnya seharusnya ketika terjadi cipratan air ketika mereka loncat ke dalam kolam renang. Duh, enak kali yah panas panas gini nyebur ke kolam. Di sesi ini pula Mr David (mungin saking gemesnya atau saking panasnya) ikutan nyebur ke kolam renang. Yak, dia jadi model juga, sodara-sodara. Beliau pula yang mengajukan ide untuk memotret balon air yang pecah kena jarum. Di sesi kali ini para peserta kelihatan sudah mulai menguasai timingnya. Sudah ada peserta yang berhasil mengambil momen balon pecah secara sempurna.

Di sesi ketiga, kita mencoba mengambil momen dari tradisi Peresean. Peresean adalah pertarungan antara dua lelaki yang bersenjata tongkat rotan dan berperisai kulit kerbau yang tebal dan keras. Tradisi ini dilakukan oleh masyarakat suku Sasak, Lombok, untuk melatih ketangkasan dan kejantanan para lelaki dewasa. Momen yang dicari tentu saja ketika mereka bertukar hantaman. Di sesi ini terasa sekali kapan harus mengambil momen dan harus sabar menunggu momen yang tepat.

*ini contoh momen kampret yang tepat, hape orang dilempar – lempar :)))

Selesai ketiga sesi tersebut kami pun dibawa menuju ke hotel untuk kemudian check-in dan beristirahat sebentar untuk kemudian makan malam dan beristirahat. Yah walaupun sebenarnya malamnya kita (tepatnya saya dan beberapa rekan lainnya) , berenang juga sih. Sambil berharap besok bisa bangun pagi (dan kenyataannya kita bangun pagi kok… terus tidur lagi…)

Bersambung ke part 2

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *