Mulai Saja Dulu dengan ASUS ZenBook

*klining klining* bunyi denting bel yang tergantung di kafe kecil yang kusinggahi hari ini. Kafe ini bisa masih bisa dibilang kafe baru. Berada di tengah pusat kuliner yang pada umumnya menjual makanan berat dengan dekorasi seadanya, kafe ini terlihat berbeda sendiri dengan dekornya yang cantik dan unik.

Sejenak kulepaskan pandangan ke setiap sudut kafe kecil tersebut. Di ruangan yang berukuran sekitar 5×8 dengan disain kayu berwarna coklat muda ada tiga buah meja di sebelah kanan dan meja barista mencakup kasir di sebelah kiri yang memiliki aksen warna yang sama. Kecil memang, tapi berasa… hangat.

“Siang, kak, ada yang bisa saya bantu?”

“Ah , iya, mbak, boleh lihat menunya ?”

“Boleh, kak” ujarnya seraya menyerahkan selembar menu yang ditempelkan ke sebuah tatakan berlapis kulit berwarna coklat tua.

Dengan sigap mataku menelusuri menu yang ada di kafe tersebut.

“Mas sukanya minuman apa? Coffee or non coffee?

“Oh, saya Sukanya non coffee sih , mbak, ada saran? “

“Hmm, kita ada jus keteteran kalo mau coba”

“Eh? Itu apa , mbak ? Jusnya kalo diminum tumpah-tumpah gitu?”

“Hahahaha, kaga lah kak, masa minum jusnya sambil tumpah-tumpah” tawanya yang renyah memenuhi satu ruangan kafe mungil tersebut.

“Ini tuh jus ketimun dan terong belanda, kak” sambil masih tersenyum melihatku dengan tatapannya yang hangat.

Namun lalu mataku tertuju ke satu menu yang unik. “Warm hearted coffee

“Kalau ini apa, mbak?”

“Oh, itu menu andalan kita, kak, racikan khusus yang dijamin bisa menghangatkan tubuh serta hati kakak”

“Ah, si mbak ini bisa saja, ya sudah deh aku coba ini satu yah, mbak”

“Oke, kak, silakan duduk dulu yah kak, ditunggu sebentar minumannya”

Kemudian kumelangkahkan kakiku ke sudut pojok kafe yang paling dekat ke pintu kaca. Jadi sekarang posisiku berseberangan dengan meja barista/kasir, di depanku ada meja dan di sebelah kiriku ada pintu kaca yang besar yang mana kubisa melihat lalu lalang jalanan di depan seperti apa.

Setelah duduk sebentar kukeluarkan ZenBook ku dari tas ransel berwarna hitam yang setia menemaniku, bersiap menuangkan apa yang ada di dalam kepala ini ke dalam ukiran kata di laptop yang sudah menjadi temanku selama beberapa waktu. Kusumpalkan earset di kedua telingaku dan siap mengetik.

Alunan lagu dari A ha – Take On Me menemaniku mengetik selama beberapa waktu hingga terdengar suara sayup sayup…

“k…”

“ka….”

“KAK….”

“Eh iya mbak?” kataku, sontak tiba-tiba melihat si mbak barista memanggilku sembari mencodongkan mukanya ke mukaku.

“Kopinya sudah jadi ya kak, aku taruh sini yah” ujarnya sambil menaruh kopi-yang-katanya-bisa-membuat-hangat-hati itu di samping laptopku.

“Ah iya, makasih mbak Winda” ujarku sambil melihat name tag yang dikenakan olehnya.

“Masama kak” ujarnya seraya kembali ke meja barista/kasir.

Tak terasa sudah sekian jam ku berada di dalam kafe itu , terlena di depan laptop menuliskan pengalamanku. Cuaca di depan sudah mendung. Pantas, tiba-tiba terasa lebih gelap. Tes…tes….tes… tetes demi tetes air hujan mulai turun, sejenak kemudian tetesan air hujan tersebut makin cepat pertanda hujan makin deras.

“Sempurna” dalam batinku, sekarang kafe ini benar-benar untukku. Sembari tenggelam dalam tulisanku.

“k…”

“ka…”

“KAK…”

“Eh iya mbak? Kenapa mbak?” kedua kalinya aku terkejut melihat mukanya begitu dekat dengan mukaku.

“Lagi ngapain sih kak? Kok kayanya seru amat di depan laptop daritadi”

“Ah iya, ini, aku lagi nulis saja sih, mbak” ujarku seraya melepas sumbat earphone dari telingaku.

“Nulis apa kak? Boleh lihat?”

“Boleh kok, mbak”

Sejurus kemudian dia duduk di sampingku

“Nulis apa sih kak, konsen amat, sampe sampe kopinya ga diminum” ujarnya sambil menunjuk gelas kopi yang dari tadi belum kusentuh

“Eh iya yah, ga nyadar, keasikan soalnya”

“Ah, kakak mah gitu, minuman dari aku ga disentuh sama sekali, padahal aku buatnya penuh usaha loh”

“Ahahaha, si mbak bisa aja, iya deh iya kuminum dulu” ujarku sambil menyeruput kopi buatannya.

“Eh, enak loh”

“Enak kan kak, ga boong kan”

“Iya, ini enak loh, ini kopi sachet-an mana nih? Kok aku ga tau”

“Ih, kakak mah, aku buat sendiri tau, kok sachet-an sih”

“Hahahaha, iya iya, becanda, ehtapi ini beneran enak loh, kayanya kamu ada bakat jadi kang kopi deh”

“Yaudah, back to topic, kakak lagi nulis apa sih?”

“Oh, ini aku lagi nulis tentang pengalamanku ke Lombok kemarin itu, Winda”

“Wah, jadi bikin diary gitu kak?”

Well, yeah, more or less”

“Gimana kak ke Lomboknya ? Seru?”

“Wah, seru banget, Nda, di situ ketemu banyak kenalan baru, nyobain makanan, main-main di pantai, foto-foto, seru deh”

“Ih, kakak kerjaannya apa sih, kok enak bisa jalan-jalan gitu”

“Hahaha, ya itu juga jalan-jalan termasuk kerjaan sih, Nda”

“Eh, kakaknya jangan-jangan travel blogger ya? Yang kerjaannya jalan-jalan tapi dibayar gitu”

“Hahaha, belum segitunya juga sih Nda, yah semoga saja kedepannya bisa begitu.”

“Btw, aku penasaran juga deh pengen jadi travel blogger gitu kak, emang apa aja sih butuhnya kalo jadi travel blogger itu?”

“Hmmm, apa yah, butuh kopi seenak ini lagi mungkin?” sambil menyeruput tetes terakhir dari kopi buatannya yang memang enak dan tanpa sadar sudah habis saja.

“Kak, doyan apa haus kak?”

“Eh, rese, bikinin lagi satu sana, haus nih”

“Abis dibikinin terus cerita yah”

“Iya, iya”

Gak lama kemudian segelas kopi enak tersebut sudah di mejaku lagi, tentu saja bersama dirinya yang tampak penasaran banget dengan profesi “travel blogger” duduk di sampingku.

“Nah, jadi gimana kak, apa aja sih yang dibutuhin buat jadi travel blogger?”

“Hmm, apa yah, banyak hal sih, tapi yang krusial itu ada beberapa”

“Apa aja tuh kak?”

“Kalo buat aku sih, laptop, kamera, sama dompet yang ada isinya yah”

“Hahaha, bisa aja si kakak, kebetulan aku juga lagi nyari laptop sih, yang kaya gimana bagusnya yah kak ?”

“hmmm, laptop yang cocok buat travel blogger tuh laptop yang tipis, enteng, powerful performanya, tapi tahan banting , Nda”

“Yang kaya gimana tuh laptopnya, kak ?”

“Kalo aku boleh sarankan sih, ASUS ZenBook UX331UAL aja, Nda”

“Kenapa gitu kak ?”

“Soalnya si ASUS ZenBook UX331UAL memenuhi semua kriteria itu, Nda, paket komplit. Kamu mau entengnya, jelas enteng, laptop ini beratnya ga nyampe 1 kilo. Mau nyari tipisnya juga jelas tipis, ini tebalnya hanya 13,9 milimeter. Powerful? Tentunya, laptop ini udah pake salah satu prosesor yang paling baru dan paling cepat sekarang ini, prosesor intel generasi ke-8, RAM 8GB plus SSD 256GB SATA 3 M.2”

Dia menatapku bingung…

Earth to Winda. Are you there?”

“Ahahaha, kak, aku bingung kakak ngomong apa , tapi kayanya seru banget yah”

“Hahaha, terlalu teknis ya bahasanya? Yo wis, aku coba sederhanakan deh yah. Jadi gini loh, untuk jadi seorang traveler kan pastinya banyak barang yang dibawa yah, Nda, nah kita sebagai traveler harus pintar-pintar memilih barang-barang yang dibawa, kalau bisa malah bawa seenteng mungkin, biar ga capek-capek amat. Nah salah satu item yang wajib dibawa tuh laptop, pilih laptop yang seenteng dan sekuat mungkin. ASUS ZenBook UX331UAL ini beratnya aja ga nyampe 1 kilo, Nda, plus kuat banget. Kalo kamu tau Raditya Dika, dia pernah tuh bikin satu video khusus untuk menguji kekuatan laptop itu.”

“Kak Raditya Dika? Yang sering muncul di tipi-tipi itu? “

“Iya, Nda”

“Yang sering ngelawak itu?”

“Iya, Nda”

“Yang pernah cerita dia masak pake oven masukin mangkok plastik itu terus mangkoknya meleleh?”

“Iya, Nda”

“Yang mukanya mirip orang kaga mandi berapa hari itu?”

Oke, di sini gue mulai ngerasa kasian ama Radit…

“Yodah, balik ke topik, nah selain si laptop ASUS ini kuat, dia juga powerful, Nda. Prosesor Intel i5-8250U itu salah satu prosesor terbaru dan tercepat sekarang ini, Nda. RAM nya juga sudah 8GB, RAM itu biasa digunakan untuk multi-tasking Nda, jadi misal kamu buka program di komputer, tiap program itu memakan RAM, nah kalau banyak program yang dibuka, makin banyak RAM yang terpakai, makin besar RAM nya makin mumpuni juga multi-taskingnya, gitu, Nda. Plus di latop ini sudah pakai SSD (Solid State Drive) yang kecepatan baca tulisnya itu sangat cepat, wuss wuss wuss deh pokoke”

“Ohhhh, oke oke, eh bentar yah kak aku charge batere dulu”

*dia berlari kecil ke meja kasir, nge-charge hape dan balik lagi

“Oke, lanjut kak”

“Ah iya, ngomongin soal baterai, salah satu syarat laptop yang seorang traveler butuhkan itu juga daya tahan baterai yang lama, ASUS ZenBook UX331UAL ini baterainya diklaim bisa tahan hingga 15 jam, Nda, itu awet sampe kakek nenek… eh awet banget maksudnya.”

“Ih si kakak, lagi serius juga” ujarnya seraya mencubit lenganku

“Aduh!! Sakit tauk!!”

“Sakit apaan, keras juga kaga”

“Hahaha, yaudah, mau lanjutin ga?”

“Iya, lanjutin kak”

“Nah, selain baterai yang mumpuni, bentuk yang keren, bobot yang enteng, ada lagi hal yang patut diacungi jempol dari si ASUS ZenBook UX331UAL ini, Nda”

“Apa tuh, kak? “

“Layarnya.”

“Layarnya?”

“Iya, layarnya, Nda, layarnya si laptop ini tuh udah Full HD, pakai panel IPS plus terang banget, Nda, jadi di bawah terik matahari pun masih bisa dilihat dengan mudah. Oh iya hampir lupa, keyboardnya juga, Nda. Keyboard laptop ini tuh empuk banget, kalo udah ngetik rasanya gamau berhenti, Nda, nyaman banget di jari.”

“Ohhh. Pantes.”

“Pantes? Pantes kenapa?”

“Pantes, jari kakak sixpek gitu, kebanyakan ngetik sih.”

“Ye, dasar kamu ye, sempet-sempetnya ngeledek lagi serius gini.” Sambil kutoyor kepalanya.

“Hahahaha, kan kakak yang mulai duluan tadi.” Tawanya yang renyah mengisi ruang kedai kopi kecil itu, bercampur dengan suara derasnya hujan di luar.

asus zenbook ux331ual

“Eh, tapi, ngomongin jari, laptop ini juga ada fingerprint scanner-nya loh, Nda. Jadi urusan security, laptop ini dah top deh, kan ga ada dua orang yang sidik jarinya sama.”

“Terus, kenapa kakak jadi travel blogger kak?”

“Hmm, kenapa yah, mungkin karena aku suka jalan-jalan, mungkin karena aku ingin melihat setiap belahan dunia ini sebelum aku menua nanti, atau mungkin…”

“Mungkin apa, kak?”

“Mungkin agar aku bisa bertemu kamu, Nda.”

“Ih, si kakak ini mah, bisaan aja deh.”

“Hahaha, kan aku bilang mungkin, Nda.”

Tawaku dan tawanya bercampur mengalahkan derasnya suara hujan di luar.

“Jadi, ASUS ZenBook UX331UAL aja nih, kak?”

“Iya, Nda, ga mungkin salah pilih deh kalo kamu pake laptop ini, ini kaya jodohnya travel blogger gitu, Nda”

“Oh, jadi jodohnya itu laptop yah, bukan aku?”

“…”

Tak disangka memang. Keinginanku berlindung dari teriknya matahari siang ini membuatku masuk ke kafe kecil ini. Bertemu teman baru, sharing pengalaman seru, dan bertukar cerita. Dan yah, kurasa sekian dulu ceritaku kali ini. Terima kasih ASUS, terimakasih teman-teman yang sudah meluangkan waktunya membaca sepenggal ceritaku ini. Sampai berjumpa di rangkaian kata berikutnya. Cheers !

asus zenbook ux331ual

Buat kalian yang penasaran spesifikasi ASUS ZenBook UX331UAL, ini yah spesifikasinya

 

Main Spec. ASUS ZenBook UX331UAL
CPU Intel® Core™ i5-8250U Processor, 6M Cache, up to 3.40 GHz
Operating System Windows 10 Home
Memory 8GB LPDDR3 2133MHz SDRAM
Storage 256GB SATA3 M.2 SSD
Display 13.3″ (16:9) LED backlit FHD (1920×1080) 60Hz, Ultra Slim 300nits
Graphics Integrated Intel UHD Graphics 620
Input/Output 1x micro SD card, 1x audio jack COMBO, 1x Type C USB3.0 (USB3.1 GEN1), 2x Type A USB3.1 (GEN1), 1x HDMI, Support HDMI 1.4
Camera VGA Web Camera
Connectivity Built-in Bluetooth V4.2, Integrated 802.11 AC (2×2)
Audio Built-in Stereo 1 W Speakers And Array Microphone, ASUS SonicMaster Technology, Support Windows 10 Cortana with Voice, Harman kardon
Battery 50 Whrs Polymer Battery
Dimension 310 x 216 x 13.9 mm (WxDxH)
Weight 985gr with Battery
Dukungan di Indonesia Ya
Colors Deep Dive Blue, Rose Gold
Price Rp 14.299.000
Warranty 2 tahun garansi global

 

2 thoughts on “Mulai Saja Dulu dengan ASUS ZenBook

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *